KALIMANTANDIGITAL.COM, BANJARBARU – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Banjarmasin terus mendorong optimalisasi aset yang dimiliki agar memberikan manfaat lebih luas, tidak hanya bagi civitas akademika, tetapi juga masyarakat.
Salah satu bentuk optimalisasi tersebut diwujudkan melalui pemanfaatan Lapangan Tenis Indoor Poltekkes Kemenkes Banjarmasin sebagai fasilitas olahraga yang dapat digunakan masyarakat umum.

Direktur Poltekkes Kemenkes Banjarmasin, Dr. H. Mars Khendra Kusfriyadi, mengatakan pemanfaatan aset merupakan bagian dari komitmen institusi dalam mengembangkan layanan sejak menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (BLU).
“Sebagai institusi yang menerapkan pola pengelolaan keuangan BLU, kami tentu berupaya mengoptimalkan aset yang dimiliki agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar,” ujar Mars.
Menurutnya, keberadaan lapangan tenis indoor tidak hanya ditujukan untuk menunjang kegiatan olahraga di lingkungan kampus, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Salah satunya melalui pemanfaatan lapangan tenis indoor ini, bukan hanya untuk civitas akademika, tetapi juga masyarakat,” katanya.

Lapangan tenis indoor tersebut dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, di antaranya kamar mandi dan toilet, kursi pemain, papan skor, serta lampu sorot.
Fasilitas penerangan tersebut memungkinkan lapangan digunakan untuk aktivitas olahraga pada sore hingga malam hari, dengan tetap menyesuaikan jadwal dan ketentuan penggunaan.
Mars menegaskan, optimalisasi aset tidak semata-mata berkaitan dengan pemanfaatan fasilitas, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Optimalisasi aset bukan hanya bagaimana fasilitas itu digunakan, tetapi juga bagaimana kita memberikan pelayanan yang baik, nyaman, dan profesional kepada masyarakat. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mengembangkan layanan BLU,” jelasnya.
Dengan fasilitas yang tersedia, lapangan tenis dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari latihan rutin, permainan bersama, hingga pertandingan.

Bagi civitas akademika, fasilitas tersebut dapat menjadi sarana menjaga kebugaran di tengah aktivitas pendidikan dan pekerjaan. Sementara bagi masyarakat, lapangan tenis indoor menjadi alternatif tempat berolahraga bersama keluarga, teman, komunitas, maupun kelompok olahraga.
Hingga saat ini, fasilitas tersebut telah dimanfaatkan berbagai kalangan masyarakat umum. Tingginya pemanfaatan menunjukkan aset institusi dapat memberikan manfaat yang lebih luas ketika dikelola dan dibuka secara optimal.
Mars berharap keberadaan lapangan tenis indoor juga dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup.
“Kami berharap keberadaan fasilitas ini dapat mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga. Dengan aktivitas fisik yang rutin, tentunya kita ingin ikut mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, produktif, dan bugar,” ungkapnya.
Masyarakat yang ingin menggunakan fasilitas tersebut dapat melakukan pemesanan melalui layanan resmi pengelola Lapangan Tenis Indoor Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Penggunaan lapangan disesuaikan dengan ketersediaan jadwal dan ketentuan yang berlaku.
Informasi mengenai jadwal, ketersediaan lapangan, tarif sewa, ketentuan penggunaan, serta mekanisme pemesanan dapat diperoleh melalui layanan resmi pengelola.

Mars menambahkan, keterbukaan akses terhadap fasilitas olahraga merupakan bagian dari upaya institusi memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
“Silakan masyarakat memanfaatkan fasilitas ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Untuk pemesanan dan informasi jadwal, masyarakat dapat menghubungi pengelola sehingga penggunaan lapangan bisa diatur dengan baik,” ujarnya.
Melalui optimalisasi aset BLU dan pengembangan layanan, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berkomitmen memastikan aset institusi dapat dikelola secara produktif sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Lebih dari sekadar fasilitas olahraga, Lapangan Tenis Indoor Poltekkes Kemenkes Banjarmasin diharapkan menjadi ruang untuk membangun kebersamaan, memperkuat interaksi sosial, serta menumbuhkan semangat sportivitas.
Pada akhirnya, optimalisasi fasilitas tersebut diharapkan turut mendukung terciptanya masyarakat yang lebih aktif, sehat, dan bugar. (Ril)










