KALIMANTANDIGITAL.COM, BANJARBARU – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terus memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk Optimalisasi Peran Kader Jumantik dalam Mengatasi Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Aula Kelurahan Kemuning, Kota Banjarbaru, Kamis (23/7/2026).
Kegiatan yang diketuai Dr. Isnawati, SKM, M.Kes tersebut diikuti kader juru pemantau jentik (jumantik), perangkat Kelurahan Kemuning, petugas puskesmas, serta masyarakat. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader jumantik sebagai ujung tombak pencegahan DBD melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Peserta memperoleh materi mengenai pencegahan DBD yang disampaikan Dr. Ns. Endang Sri Purwanti Ningsih, M.Kep., Sp.MB, serta materi pengendalian vektor oleh Dr. H.M. Irfa’i, S.ST., MT. Selain itu, peserta mengikuti praktik pembuatan ovitrap, demonstrasi pemeriksaan jentik, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman.

Ketua Tim PKM, Dr. Isnawati, SKM, M.Kes, mengatakan kader jumantik memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah penyebaran DBD. Melalui pelatihan ini, kader diharapkan mampu mengedukasi warga sekaligus menggerakkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.
Lurah Kemuning, Rifda Iklila, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi yang diberikan menjadi bekal penting bagi kader dan masyarakat dalam meningkatkan upaya pencegahan DBD di lingkungan permukiman.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat meningkatkan peran kader jumantik dalam mencegah penyebaran DBD. Semoga Poltekkes Kemenkes Banjarmasin terus menghadirkan program pengabdian yang berdampak langsung bagi warga,” ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan, terutama saat praktik pembuatan ovitrap. Salah seorang kader jumantik mengaku memperoleh pengetahuan baru yang mudah diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.
“Ovitrap mudah dibuat dengan bahan sederhana. Kami akan mengajak masyarakat memanfaatkannya sebagai salah satu upaya pengendalian nyamuk penyebab DBD,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menyerahkan sejumlah ovitrap kepada Kelurahan Kemuning. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan jentik dan pengendalian vektor secara berkelanjutan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, tenaga kesehatan, kader jumantik, dan masyarakat, upaya pencegahan DBD diharapkan semakin efektif sehingga mampu menekan angka kejadian penyakit di Kota Banjarbaru. (Ril)










