Bupati Tabalong dorong optimalisasi sumur minyak tua milik Pertamina

Bagikan

KALIMANTANDIGITAL.COM, BANDUNG — Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan H Muhammad Noor Rifani berkomitmen mendorong optimalisasi sumur minyak tua dengan inovasi teknologi untuk peningkatan produksi migas PT Pertamina EP Tanjung.

Di hadapan jajaran SKK Migas, pelaku industri hulu migas, dan para kepala daerah penghasil migas, Haji Fani (sapaan bupati) menilai pentingnya peningkatan produksi migas yang berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat di sekitar wilayah operasi.

“Peningkatan produksi migas tidak hanya melalui pembukaan titik eksplorasi baru namun melalui inovasi teknologi dan optimalisasi sumur tua,” jelas Haji Fani dalam forum Upstream Oil and Gas Executive Meeting Wilayah Kalimantan dan Sulawesi Tahun 2026, yang berlangsung di Hotel Pullman Bandung Grand Central, Jawa Barat, 28–29 Oktober 2026.

Selain optimalisasi sumur tua Haji Fani juga menyuarakan sejumlah persoalan strategis pengelolaan minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Tabalong.

Sebagai daerah penghasil migas, Kabupaten Tabalong memiliki kepentingan terhadap keberlanjutan kegiatan industri hulu migas.

Karena itu, pemerintah daerah mendukung investasi dan penerapan inovasi teknologi yang dapat meningkatkan kapasitas produksi.

Peningkatan produksi migas, menurutnya, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi daerah, termasuk melalui penerimaan daerah dari sektor migas.

Dalam forum bertema Sinergitas Industri Hulu Migas dan Pemangku Kepentingan Daerah Menuju Swasembada Energi tersebut, Haji Fani juga menyoroti perubahan kondisi lingkungan di sekitar aset dan fasilitas produksi Pertamina di Kabupaten Tabalong.

Kini fasilitas migas yang telah beroperasi sejak puluhan tahun berada di kawasan yang berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Sejumlah pompa minyak, jalan, dan infrastruktur pendukung operasi migas yang sebelumnya berada jauh dari permukiman kini dikelilingi rumah penduduk serta menjadi bagian dari aktivitas keseharian warga.

“Kalau dahulu fasilitas produksi Pertamina berada di kawasan yang jauh dari permukiman, sekarang sudah berada di tengah kota,” jelasnya.

Di sekitarnya sudah banyak perumahan, masyarakat beraktivitas, dan anak-anak melewati jalan tersebut untuk menuju sekolah.

Kondisi itu, menurut Bupati, memerlukan pendekatan baru dalam pengelolaan dan pemeliharaan sarana prasarana yang berkaitan dengan kegiatan operasional perusahaan.

Pemkab Tabalong ingin peningkatan kualitas fasilitas yang dimanfaatkan masyarakat namun terkendala batasan kewenangan ketika fasilitas tersebut merupakan aset perusahaan.

Karena itu perlu kolaborasi yang lebih konkret antara Pertamina dan pemerintah daerah, khususnya dalam pemeliharaan serta peningkatan kualitas infrastruktur yang bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Sarana dan prasarana yang ada bisa menjadi lebih baik melalui kolaborasi Pertamina dengan pemerintah daerah,” tambahnya. (Ril)