Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Perkuat Peran Kader Jumantik di Sungai Besar Kota Banjarbaru

Bagikan

KALIMANTANDIGITAL.COM, BANJARBARU – Poltekkes Kemenkes Banjarmasin memperkuat upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Aula Kelurahan Sungai Besar, Kota Banjarbaru, Selasa (7/7). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader juru pemantau jentik (jumantik) dalam pengendalian vektor penyakit berbasis pemberdayaan masyarakat.

Mengusung tema Optimalisasi Peran Kader Jumantik dalam Mengatasi Ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Kemuning dan Kelurahan Sungai Besar Kota Banjarbaru, pelatihan diikuti kader jumantik, perangkat kelurahan, petugas puskesmas, serta perwakilan masyarakat.

Lurah Sungai Besar, Anindya Risa Destiana, S.IP, mengapresiasi kolaborasi dengan Poltekkes Kemenkes Banjarmasin. Menurutnya, pelatihan tersebut mendukung upaya pemerintah kelurahan dalam menekan keberadaan jentik nyamuk sebagai langkah pencegahan DBD.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Semoga ilmu yang diperoleh kader dapat diterapkan di lingkungan masing-masing sehingga masyarakat semakin aktif dalam mencegah penyebaran DBD,” ujarnya.

Ketua Tim PKM, Dr. Isnawati, SKM, M.Kes, mengatakan pemberdayaan kader jumantik merupakan salah satu strategi penting dalam pengendalian DBD. Kader yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai diharapkan mampu menjadi motor penggerak masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memberantas sarang nyamuk.

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pencegahan DBD dan pengendalian vektor, dilanjutkan dengan demonstrasi pemeriksaan jentik, praktik pembuatan ovitrap, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab yang menunjukkan tingginya antusiasme peserta.

Salah seorang kader jumantik mengaku pelatihan tersebut memberikan wawasan dan keterampilan baru yang dapat langsung diterapkan di lingkungan tempat tinggalnya.

“Ovitrap ternyata mudah dibuat dengan bahan sederhana. Kami akan mencoba menerapkannya di lingkungan kami dan mengajak warga ikut berpartisipasi dalam pencegahan DBD,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, Tim PKM Poltekkes Kemenkes Banjarmasin menyerahkan ovitrap kepada Kelurahan Sungai Besar. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pemantauan jentik dan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah kelurahan, kader jumantik, dan masyarakat, Poltekkes Kemenkes Banjarmasin berharap upaya pencegahan DBD di Kelurahan Sungai Besar semakin efektif sehingga mampu menekan risiko penyebaran penyakit di lingkungan permukiman. (Ril)