Gubernur Muhidin Paparkan Kesiapan Kalsel Hadapi Karhutla di Rakorsus Pengendalian Karhutla 2026

Bagikan

KALIMANTANDIGITAL.COM, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring prediksi musim kemarau 2026 yang lebih kering dan berlangsung lebih lama akibat fenomena El Nino.

Dalam Rapat Koordinasi Khusus Penanganan Karhutla, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Polkam, Djamari, menegaskan bahwa keberhasilan pengendalian karhutla sangat bergantung pada kesiapan dan langkah pencegahan sejak dini.

Kalimantan Selatan menjadi salah satu dari enam provinsi prioritas yang mendapat perhatian khusus pemerintah pusat karena memiliki kawasan gambut yang rentan terbakar. Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September 2026.

Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan kesiapan daerah dalam menghadapi potensi karhutla melalui penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan patroli lapangan, serta kesiapsiagaan personel dan sarana pendukung.

“Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berkomitmen memperkuat langkah pencegahan dan penanganan karhutla secara terpadu. Seluruh pemangku kepentingan harus bergerak bersama agar kebakaran dapat dicegah sejak dini dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar,” ujar Muhidin.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi siklus karhutla yang kembali berulang, serta meminta seluruh pemegang izin konsesi kehutanan bertanggung jawab melakukan pencegahan dan pemantauan titik api di wilayah kerjanya.

BMKG memprediksi musim kemarau tahun ini datang lebih cepat dengan kondisi yang lebih kering. Menyikapi hal tersebut, BNPB bersama pemerintah daerah telah menyiapkan personel, posko siaga, pemantauan dini, operasi modifikasi cuaca, pemadaman terpadu, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. (Ril)