KALIMANTANDIGITAL.COM, BANJARBARU – Berbagai kegiatan kreatif digelar untuk memeriahkan bulan suci Ramadhan. Salah satunya adalah tradisi membangunkan warga untuk sahur yang dikenal masyarakat Banjar dengan sebutan bagarakan sahur.
Tradisi tersebut bahkan dikemas dalam bentuk perlombaan yang digelar oleh Karang Taruna Banjarbaru di kawasan Pasar Ramadhan Mekatani, Kamis (5/3/2026) malam. Kegiatan ini diikuti delapan peserta yang berasal dari berbagai komunitas dan kelompok masyarakat.

Ketua pelaksana kegiatan, Bukhari, mengatakan lomba bagarakan sahur digelar sebagai upaya melestarikan tradisi khas masyarakat Banjar sekaligus memeriahkan suasana Ramadhan.
“Karena memang ini sebuah tradisi dan budaya khususnya Kalimantan Selatan atau orang Banjar. Kami ingin memeriahkan kembali suasana di berbagai kampung dan dibawa ke Pasar Ramadhan,” ujarnya saat diwawancarai.
Menurut Bukhari, kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara Karang Taruna Banjarbaru dengan sejumlah karang taruna di tingkat kelurahan. Para peserta menampilkan berbagai kreativitas dengan memanfaatkan beragam alat yang disulap menjadi instrumen musik untuk menarik perhatian.
Ia berharap kegiatan bagarakan sahur dapat menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas selama bulan Ramadhan.
“Karena di zaman sekarang, sebaiknya kegiatan bagarakan sahur ini lebih menumbuhkan semangat anak muda. Jadi hindari hal-hal atau kegiatan yang tidak positif,” katanya.
Salah satu peserta lomba, Mustafa yang mewakili Remaja Masjid Nurul Iman Loktabat Utara, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, lomba bagarakan sahur menjadi ajang mempererat silaturahmi antar komunitas.
“Alhamdulillah beberapa tahun terakhir aktif, mulai dari 2019 sebelum Covid sampai sekarang ada kegiatan terus di Masjid Nurul Iman,” ujarnya.
Mustafa menjelaskan, kelompoknya memang rutin melakukan kegiatan bagarakan sahur, meski biasanya dilakukan dari masjid tanpa berkeliling ke permukiman warga.
“Yang diusung adalah syiar Ramadhan dengan memasukkan unsur-unsur dakwah di dalamnya. Selain itu kami memadukan instrumen alat-alat tradisional dengan syair-syair Ramadhan,” tuturnya.(dy)










