Pemkab Tabalong Luncurkan SMaRTNaker, Cegah Tumpang Tindih Peserta Pelatihan

Bagikan

KALIMANTANDIGITAL.COM, TABALONG – Pemerintah Kabupaten Tabalong resmi meluncurkan aplikasi SMaRTNaker sebagai upaya memperkuat tata kelola ketenagakerjaan berbasis digital sekaligus mencegah tumpang tindih penerima program pelatihan kerja.

Bupati Tabalong, H Muhammad Noor Rifani, mengatakan aplikasi tersebut merupakan implementasi visi Tabalong SMaRT (Sejahtera, Mandiri, Religius, dan Terdepan). Melalui sistem digital yang terintegrasi, pemerintah daerah ingin menghadirkan layanan ketenagakerjaan yang transparan dan akuntabel.

“Kita ingin menghadirkan tata kelola ketenagakerjaan yang modern, berbasis digital, transparan, dan terintegrasi,” ujar Noor Rifani, Senin.

Ia menjelaskan, seluruh data terkait program pelatihan akan terhubung langsung ke Command Center, termasuk data desa berbasis rumah tangga, data organisasi perangkat daerah (SKPD), hingga informasi penyerapan anggaran. Dengan digitalisasi tersebut, setiap kebijakan dan program kerja dapat dijalankan berbasis data real time dan terukur sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih tepat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Tabalong, Hadi Ismanto, menambahkan SMaRTNaker dirancang untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelaksanaan pelatihan.

Menurutnya, sistem aplikasi memastikan setiap Nomor Induk Kependudukan (NIK) tidak mengikuti lebih dari satu pelatihan dengan sumber pendanaan yang sama. “Langkah ini untuk mencegah terjadinya tumpang tindih program dan memastikan pemerataan manfaat,” jelasnya.

Selain itu, aplikasi menyediakan sistem pendaftaran pelatihan berbasis digital yang terbuka dan dapat dipantau. SMaRTNaker juga ditujukan membangun basis data tenaga kerja terampil yang terintegrasi, khususnya dalam mendukung program pencetakan 15 ribu tenaga kerja.

Data peserta dapat ditelusuri berdasarkan jenis pelatihan, tahun pelaksanaan, sumber pendanaan, hingga status penempatan kerja. Seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam program tersebut dapat memanfaatkan aplikasi sebagai platform resmi pendaftaran sesuai kewenangan masing-masing.

Tak hanya itu, peserta pelatihan akan memperoleh kemudahan berupa curriculum vitae (CV) otomatis yang terintegrasi dengan riwayat pelatihan dan sertifikasi. Dokumen tersebut dapat langsung digunakan untuk melamar pekerjaan.

Hadi menambahkan, aplikasi SMaRTNaker telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Layanan Ketenagakerjaan (Silangkar) Tabalong dan Command Center daerah. Ke depan, sistem tersebut juga direncanakan terhubung dengan database BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Pada kesempatan yang sama, peluncuran aplikasi turut dirangkai dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan puluhan perusahaan mitra terkait program pemagangan, guna memperluas peluang penempatan kerja bagi lulusan pelatihan.(zak)