Pakar Gizi Anjurkan Buka Puasa dengan Kurma dan Air Putih, Terapkan Pola 2-4-2 untuk Cegah Dehidrasi

Bagikan

KALIMANTANDIGITAL.COM, JAKARTA – Umat Muslim dianjurkan menerapkan pola makan seimbang selama Ramadan agar tubuh tetap bugar dan terhidrasi. Berbuka dengan makanan manis alami seperti kurma dan air putih, serta menghindari makan berat secara langsung, menjadi kunci menjaga kesehatan pencernaan dan kestabilan energi.

Anjuran tersebut sejalan dengan sunnah Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan berbuka dengan kurma, baik yang segar (ruthab) maupun kurma kering, serta air putih. Selain bernilai ibadah, kurma mengandung gula alami yang cepat diserap tubuh untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa.

Berbuka: Dahulukan yang Ringan
Saat azan Magrib berkumandang, umat Muslim dianjurkan untuk segera berbuka. Namun, para ahli mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi makanan berat dalam porsi besar.

“Mulailah dengan makanan ringan seperti buah, kurma, atau sup hangat agar lambung tidak kaget,” demikian anjuran praktisi kesehatan. Konsumsi makanan secara perlahan juga penting untuk mencegah gangguan pencernaan seperti asam lambung atau GERD.

Menu takjil sebaiknya rendah gula tambahan dan tidak didominasi gorengan. Konsumsi gorengan berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol dan memicu gangguan pencernaan. Prinsip tidak berlebihan juga ditegaskan dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf ayat 31, yang mengingatkan agar tidak makan dan minum secara berlebih.

Sahur: Sumber Energi Tahan Lama

Sahur memegang peranan penting sebagai sumber energi selama berpuasa. Melewatkan sahur dapat menyebabkan tubuh mudah lemas dan sulit berkonsentrasi.

Menu sahur dianjurkan mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum utuh, atau oatmeal yang dicerna lebih lambat sehingga energi bertahan lebih lama. Asupan tersebut perlu dilengkapi dengan protein dari ikan, ayam, telur, atau kacang-kacangan untuk membantu mempertahankan massa otot dan rasa kenyang lebih lama.

Selain itu, konsumsi sayuran dan buah berserat tinggi membantu melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit. Makanan yang terlalu asin sebaiknya dihindari karena dapat memicu rasa haus berlebihan, begitu pula makanan dan minuman yang terlalu manis karena dapat menyebabkan lonjakan gula darah dan rasa lapar lebih cepat.

Pola Hidrasi 2-4-2
Kebutuhan cairan selama Ramadan tetap sekitar delapan gelas per hari. Untuk memenuhinya, masyarakat dapat menerapkan pola 2-4-2, yakni dua gelas saat berbuka, empat gelas pada malam hari, dan dua gelas saat sahur.

Minuman berkafein seperti kopi, teh, dan soda sebaiknya dibatasi karena bersifat diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine dan berisiko menyebabkan dehidrasi.

Dengan menerapkan pola makan seimbang, cukup cairan, serta menghindari konsumsi berlebihan, umat Muslim diharapkan dapat menjalankan ibadah puasa dengan tubuh tetap sehat, energi stabil, dan terhindar dari gangguan kesehatan selama Ramadan.