KALIMANTANDIGITAL.COM, TABALONG – Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Tabalong sebagai daerah yang religius melalui penguatan peran pondok pesantren dan madrasah. Upaya tersebut diarahkan untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul secara intelektual sekaligus berakhlak mulia.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Tabalong, Habib Muhammad Taufani Alkaf, saat menghadiri Forum Kepemimpinan Spiritual Manajemen Pesantren dan Madrasah di Era Modern, Jumat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pondok pesantren menjadi kunci dalam memajukan pendidikan keagamaan di Bumi Sarabakawa.

“Program Satu Desa Satu Dai menjadi prioritas kami untuk mewujudkan Tabalong yang religius, demi keselamatan masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Habib Taufani.
Ia juga berharap pesantren mampu menjadi benteng moral dalam menghadapi dampak negatif perkembangan zaman. Salah satu upaya yang didorong adalah menghidupkan kegiatan shalawat di seluruh kecamatan sebagai ikhtiar menghadirkan keberkahan bagi masyarakat.
Forum tersebut diinisiasi oleh DPC Al-Hasaniyah Tabalong (Ikatan Alumni Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah). Kegiatan menghadirkan Rektor Universitas Islam Internasional Darullughah Wadda’wah (UII Dalwa), KH Dr Al Habib Segaf, yang memberikan pembekalan spiritual serta wawasan manajemen modern kepada para pengasuh dan pendidik pesantren di Tabalong.
Ketua pelaksana kegiatan, Ustadz Ali Busthomi Alqariibaniy, mengatakan forum ini mengangkat tema “Pemimpin Spiritual, Penjaga Peradaban” dengan fokus pada penguatan rohani, pengelolaan lembaga pendidikan berbasis manajemen modern, serta penanaman nilai khidmat dan adab.
“Forum ini membahas bagaimana pesantren dan madrasah dikelola secara modern tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para pendahulu,” jelasnya.
Dalam pemaparannya, KH Dr Al Habib Segaf menekankan pentingnya peran orang tua dalam menyiapkan anak sebagai generasi penerus dakwah dan penyebar kebaikan. Ia mendorong agar anak-anak menuntut ilmu di berbagai lingkungan agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan tangguh.
“Dengan merantau dan menuntut ilmu lebih jauh, pengalaman akan semakin luas dan interaksi sosial lebih beragam, sehingga membentuk kematangan jiwa dan kepribadian,” pesannya.
Selain itu, Al Habib juga mengingatkan pentingnya meneladani sifat Nabi Muhammad SAW, seperti amanah, kesabaran, kerendahan hati, dan kedermawanan, untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Red)











