KALIMANTANDIGITAL.COM, TABALONG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DKPPTPH) Kabupaten Tabalong menetapkan delapan program unggulan yang akan dijalankan sepanjang tahun 2026. Program tersebut difokuskan pada penguatan sektor pertanian, hortikultura, perikanan, serta ketahanan pangan guna menjamin ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Delapan program unggulan itu mencakup pengembangan Kampung Ikan Gabus dan Kampung Hortikultura, serta peningkatan produksi tanaman pangan dan hortikultura unggulan lokal. Salah satu komoditas yang menjadi perhatian utama adalah cabai rawit varietas Rungun, yang diproyeksikan sebagai komoditas strategis dalam upaya pengendalian inflasi daerah.

Selain penguatan produksi, DKPPTPH Tabalong juga menaruh fokus pada pembangunan infrastruktur penunjang pertanian. Program yang dijalankan meliputi pembangunan jalan usaha tani, perbaikan jaringan irigasi, pembangunan embung, hingga program cetak sawah baru. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan serta mendukung petani dalam meningkatkan intensitas tanam.
Program unggulan lainnya diarahkan pada pengembangan petani milenial, pelaksanaan gerakan pangan murah, serta penguatan peran Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pilar ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga.
Kepala DKPPTPH Tabalong, Fahrul Raji, mengatakan bahwa delapan program unggulan tersebut merupakan hasil ide dan inovasi aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan DKPPTPH. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Kantor DKPPTPH Tabalong, Senin (6/1/2026).
“Alhamdulillah, DKPPTPH termasuk dinas yang banyak mendapatkan ide dan inovasi dari rekan-rekan ASN untuk berkontribusi bagi daerah. Mudah-mudahan ke depan inovasi-inovasi ini bisa terus kita tingkatkan,” ujar Fahrul Raji.
Melalui pelaksanaan delapan program unggulan tersebut, DKPPTPH Tabalong menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan daerah, meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Red)











