KALIMANTANDIGITAL.COM, BANJARMASIN — Bank Kalsel sukses membuka wawasan para pegiat visual dan konten kreator di wilayah Banjarmasin, melalui acara Duduk Bersama dalam program Obrolan Lintas Generasi (Obligasi) episode ke 16, bertema diskusi bersama pelaku industri lokal yang berkarier di luar Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu.
Acara yang dipandu oleh Cindi ini menghadirkan dua narasumber ahli di bidang fotografi dan videografi yang rekam jejaknya tak perlu diragukan lagi, yakni Bayu Kuntet (Content Creator Fashion) dan Yanwar Surya atau yang akrab disapa Yansu (Sony Alpha Guru). Keduanya secara eksklusif membagikan pengalaman, suka duka, hingga tips sukses menembus industri visual baik di kancah nasional maupun internasional.

Pada sesi pertama di sore hari, panggung diisi oleh Bayu Kuntet, seorang spesialis Content Creator Fashion yang telah banyak menggarap kampanye berbagai jenama (brand) hingga ke luar negeri, seperti Arab Saudi, Hong Kong, Tiongkok, Thailand, Singapura, dan Malaysia. Bayu yang memulai perjalanannya sejak tahun 2012 ini sangat menekankan pentingnya personal branding dan konsistensi karya.
Menurut Bayu, seorang kreator harus berani memilih ceruk pasar yang spesifik. “Biasakan cari market yang berbeda, contoh misalkan kita mau sebagai fotografer atau videografer di bidang apa, kalau saya sih sama tim itu lebih ke yang jarang dikerjakan orang,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya menolak tawaran pekerjaan yang ada di luar keahlian utama demi menjaga identitas dan personal branding di mata klien. Menutup sesinya, Bayu memberikan motivasi besar bahwa kreator daerah memiliki kualitas dan etos kerja yang mumpuni.
“Bukan menutup kemungkinan bahwa orang Banjarmasin itu enggak bisa survive di nasional,” tambahnya.
Memasuki malam hari, antusiasme peserta dilanjutkan dengan kehadiran Yanwar Surya (Yansu). Berstatus sebagai Sony Alpha Guru dengan spesialisasi portrait photography, Yanwar membagikan pandangannya tentang bagaimana mempertajam insting visual tanpa harus terintimidasi oleh keterbatasan peralatan (gear).
“Sebuah gear atau apa yang kita miliki sekarang itu bukan jadi keterbatasan buat seseorang untuk berkarya,” jelas Yanwar.
Ia menceritakan bahwa memotret menggunakan kamera smartphone sekalipun bisa menghasilkan karya yang maksimal jika sang kreator memiliki insting, memahami komposisi, dan cermat dalam melihat pencahayaan.
Yanwar juga memberikan saran penting bagi para kreator untuk memperkaya referensi visual (nutrisi visual). Menurutnya, belajar visual tidak melulu dari sesama fotografer saja, melainkan bisa dengan mengamati karya pelukis, pembuat patung, hingga memperhatikan tata cahaya (lighting) pada film-film sinematik layar lebar.
Melalui Obligasi Episode 16 ini, diharapkan acara edukatif seperti “Duduk Bersama” dapat terus menjadi wadah untuk mengangkat orang-orang lokal yang sudah berkarier di kancah nasional. Ini membuktikan bahwa banyak talenta asal Banjarmasin yang memiliki andil dan peran penting dalam memajukan industri kreatif di Indonesia.










