KALIMANTANDIGITAL.COM, TABALONG – Tingkat inflasi di Kabupaten Tabalong pada periode terbaru tercatat sebesar 1,34 persen secara bulanan atau month to month (m-to-m). Angka tersebut dinilai masih berada pada tingkat yang aman dan belum memberikan tekanan berarti terhadap kondisi ekonomi masyarakat.
Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, mengatakan laju inflasi tersebut masih terkendali dan tidak berdampak signifikan terhadap daya beli masyarakat.

“Inflasi Tabalong secara month to month berada di angka 1,34 persen dan masih dalam kategori aman,” ujarnya saat menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah di halaman Polres Tabalong, Jumat (13/3/2026).
Meski demikian, jika dihitung secara tahunan atau year to year (y-to-y), tingkat inflasi di Tabalong mencapai sekitar 6 persen. Menurut Bupati yang akrab disapa H Fani itu, kenaikan inflasi tahunan dipengaruhi oleh sejumlah faktor eksternal, di antaranya meningkatnya harga emas serta kenaikan tarif listrik yang kini tidak lagi memperoleh subsidi.
Ia menjelaskan, lonjakan harga emas juga berkaitan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada logam mulia sebagai instrumen penyimpanan nilai.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memantau perkembangan harga sejumlah komoditas pangan yang berpotensi memicu inflasi, seperti beras dan bawang merah. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki kontribusi cukup besar terhadap fluktuasi harga di pasar.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Kabupaten Tabalong menyiapkan berbagai langkah pengendalian inflasi. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan sektor pertanian serta peningkatan produksi komoditas pangan yang kerap memicu kenaikan harga.
Bupati menegaskan, hingga saat ini kondisi ekonomi daerah masih relatif stabil dengan ketersediaan bahan pangan yang dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ke depan, pemerintah daerah akan terus melakukan berbagai langkah pengendalian agar laju inflasi tetap terkendali dan tidak membebani masyarakat.(zak)










