{"id":4297,"date":"2025-10-15T18:23:09","date_gmt":"2025-10-15T10:23:09","guid":{"rendered":"https:\/\/kalimantandigital.com\/?p=4297"},"modified":"2025-10-15T18:23:12","modified_gmt":"2025-10-15T10:23:12","slug":"aset-kapal-disita-pt-prima-surya-putra-gugat-negara-melalui-pn-banjarmasin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/2025\/10\/15\/aset-kapal-disita-pt-prima-surya-putra-gugat-negara-melalui-pn-banjarmasin\/","title":{"rendered":"Aset Kapal disita, PT Prima Surya Putra Gugat Negara Melalui PN Banjarmasin"},"content":{"rendered":"\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">KALIMANTANDIGITAL.COM BANJARMASIN \u2014 Sengkarut hukum yang menimpa PT Prima Surya Putra (PT PSP) kini menjadi sorotan publik. Perusahaan yang semula menjadi korban pencurian minyak oleh oknum karyawan justru menghadapi kenyataan pahit.<\/font><\/font> Pasalnya <font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">kapal milik perusahaan disita dan direncanakan untuk dirampas oleh negara.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Kuasa hukum PT PSP, Muhammad Mauliddin Afdie, SH, MH, menilai tindakan tersebut sebagai bentuk kekeliruan serius dalam penerapan hukum. Menurutnya, aparat penegak hukum diduga gagal membedakan antara pelaku kejahatan dan pihak yang dirugikan.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cIni seperti seseorang yang rumahnya kemalingan, lalu karena di rumah itu ada barang hasil curian, rumahnya ikut disita dan dirampas untuk negara. Logika seperti ini tentu tidak dapat dibenarkan oleh hukum maupun nurani,\u201d ujar Mauliddin kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa (15\/10).<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ia menggambarkan kasus tersebut dengan analogi sederhana agar mudah dipahami masyarakat. \u201cBila rumah seseorang kemalingan dan ada barang di dalam rumah tersebut yang diambil pencurian, selanjutnya dia melaporkan peristiwa tersebut sebagai korban. Apakah tepat dan dapat diterima rumah orang tersebut juga disita dan dirampas untuk negara? Tentu tidak. Prinsip hukum pidana tidak boleh menghukum orang yang tidak bersalah,\u201d tegasnya.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">*Kapal Milik Sah Perusahaan, Bukan Barang Bukti Kejahatan*<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Perkara ini bermula ketika beberapa oknum PT PSP kedapatan mencuri minyak pada kapal milik perusahaan. Alih-alih memproses pelaku pencurian secara individu, justru juga menarik kapal tersebut sebagai barang bukti dan pendiriannya untuk disita.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Padahal, jelas TIM Borneo Law Firm sebagai kuasa hukum, kapal itu adalah aset sah milik perusahaan yang terdaftar secara resmi dan digunakan untuk kegiatan operasional yang legal. Pencurian dilakukan tanpa sepengetahuan dan izin dari PT PSP.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cKapal itu bukan milik pelaku, melainkan milik perusahaan yang justru dirugikan. Dengan disitanya, kerugian PT PSP menjadi berlipat ganda \u2014 tidak hanya kehilangan barang, tapi juga kehilangan sarana utama untuk beroperasi,\u201d papar Muhammad Mauliddin Afdie, SH, MH, dengan nada prihatin.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Menurutnya, langkah penyertaan hingga perampasan untuk negara tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Dalam perspektif hukum pidana, perampasan hanya dapat dilakukan terhadap benda yang secara langsung digunakan untuk atau memperoleh dari tindak pidana oleh pelaku, bukan oleh pihak ketiga yang tidak terlibat.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Prinsip \u201cNemo Debet Puniri Pro Alieno Delicto\u201d <\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p>Dalam penjelasannya, Advokat dan Konsultan Hukum yang dikenal sebagai Founder Borneo Law Firm tersebut juga menegaskan pentingnya prinsip nemo debet puniri pro alieno delicto, yang berarti (<font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">tidak seorang pun boleh dihukum karena orang lain yang sebagai pelaku). <\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;<font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Jika barang milik korban ikut dirampas, maka keadilan berubah menjadi ketidakadilan yang dilegalkan,\u201d ujarnya.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Sementara Elsa Liani,SH yang juga tim dari Borneo Law Firm juga menyoroti bahwa dalam berbagai yurisprudensi Mahkamah Agung, sudah dijelaskan bahwa benda milik pihak ketiga yang tidak terkait langsung dengan kejahatan tidak boleh dirampas untuk negara. <\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cLogika dan preseden hukumnya kapal sudah jelas. Maka, keputusan menyita PT PSP harus ditinjau ulang,\u201d tegas tim tersebut.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Korban tidak boleh diposisikan sebagai pelaku dalam konteks ini, PT PSP seharusnya mendapatkan perlindungan hukum sebagai korban, bukan justru dirugikan dua kali. Pertama, karena ulah oknum karyawannya yang melakukan pencurian minyak. Kedua, karena tindakan aparat yang salah sasaran dalam penyitaan barang bukti.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cKita harus hati-hati dalam menegakkan hukum. Jangan sampai semangat memberantas kejahatan justru menyumbangkan hak orang yang tidak. Hukum tidak boleh menjadi alat untuk merampas hak korban,\u201d ujar Muhammad Mauliddin Afdie, SH, MH lagi.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Langkah hukum dan seruan untuk keadilan TIM Borneo Law Firm telah menempuh langkah-langkah hukum dengan melakukan gugatan di Pengadilan Negeri Banjarmasin, langkah ini diambil demi menjaga hak-hak konstitusional PT PSP sebagai pemilik sah kapal tersebut.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cTujuan kami bukan untuk melawan negara, tetapi untuk menegakkan prinsip keadilan yang sejati. Negara seharusnya melindungi korban, bukan menambah penderitaannya,\u201d tutur TIM Borneo Law Firm. <\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Ia juga menambahkan bahwa penyertaan tanpa dasar hukum yang kuat diduga dapat ditindak sebagai tindakan penyalahgunaan kekuasaan atau mengakui kewenangan. Oleh karena itu, mendesak agar aparat hukum melakukan evaluasi internal terhadap penanganan perkara ini.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">\u201cIni bukan hanya soal satu kapal. Ini soal bagaimana hukum kita menempatkan keadilan di posisi yang benar. Jika tindakan seperti ini dibiarkan, siapa pun bisa menjadi korban berikutnya,\u201d<\/font><\/font>ucapnya.<\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Muhammad Mauliddin Afdie, menambahkan pada proses persidangan ini, pihaknya menghadirkan 2 orang, satu dari pihak perusahaan pada rabu tanggal 1 oktober 2025 dan satu orang penyidik \u200b\u200bdari kepolisian yang dihadirkan pada tanggal 15 Oktober 2025. <\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Dengan bukti tersebut, Mauliddin berkeyakinan tuntutan kami dikabulkan dan dikirimkan kembali kepada PT Prima Surya Putra. Dengan nada optimis, ia menyampaikan akan terus berjuang melalui jalur hukum hingga hak PT PSP kembali sepenuhnya.<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\"><font dir=\"auto\" style=\"vertical-align: inherit\">Tim Redaksi<\/font><\/font><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KALIMANTANDIGITAL.COM BANJARMASIN \u2014 Sengkarut hukum yang menimpa PT Prima Surya Putra (PT PSP) kini menjadi sorotan publik. Perusahaan yang semula&hellip;<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":4298,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"cybocfi_hide_featured_image":"","footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-4297","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-banua"],"featured_image_url":{"thumbnail":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit-150x150.jpg","medium":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit-300x166.jpg","medium_large":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit-768x425.jpg","large":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit-1024x567.jpg","1536x1536":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit.jpg","2048x2048":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit.jpg","crp_thumbnail":"https:\/\/kalimantandigital.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/Screenshot_2025-10-15-17-31-26-592_com.whatsapp-edit-150x150.jpg"},"post_author":"kalimantandigital","assigned_categories":"Info Banua","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4297","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4297"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4297\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4299,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4297\/revisions\/4299"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4298"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4297"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4297"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalimantandigital.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4297"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}