KALIMANTANDIGITAL.COM, TABALONG – Sektor pertanian di Kabupaten Tabalong menunjukkan kinerja menggembirakan sepanjang tahun 2025. Produksi padi daerah ini tercatat mengalami peningkatan signifikan, seiring bertambahnya luas panen dan naiknya produktivitas hasil per hektare.
Data Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKPPP) Tabalong mencatat luas panen padi pada 2025 mencapai 6.231,33 hektare. Capaian tersebut meningkat hingga 50,03 persen dibandingkan tahun 2024.

Peningkatan luas panen berbanding lurus dengan total produksi padi. Sepanjang 2025, produksi padi Tabalong mencapai 41.475,05 ton atau mengalami kenaikan sebesar 68,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala DKPPP Tabalong, Fahrul Raji, mengungkapkan bahwa selain bertambahnya luas tanam, produktivitas padi juga menunjukkan tren positif. Rata-rata hasil panen pada 2025 mencapai 5,6 ton per hektare, atau meningkat sekitar 12 persen dibandingkan tahun 2024.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya dan intervensi pemerintah daerah dalam mendukung sektor pertanian. Mulai dari penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), penyediaan sarana dan prasarana produksi, distribusi pupuk bersubsidi, hingga pendampingan berkelanjutan oleh penyuluh pertanian di lapangan.
“Kalau kita lihat dari data ketahanan pangan tahun 2025, terjadi lonjakan yang cukup besar, baik dari luas panen maupun produktivitas. Ini tidak lepas dari dukungan alsintan, pupuk bersubsidi, sarana prasarana, serta inovasi Bupati Tabalong melalui program Bela Tani yang mendorong semangat masyarakat untuk bertani,” kata Fahrul Raji.
Ia berharap capaian positif tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang. Dengan keberlanjutan program pertanian dan penguatan pendampingan kepada petani, ketahanan pangan di Kabupaten Tabalong diharapkan semakin kokoh sekaligus mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Zak)











