KALIMANTANDIGITAL.COM, KOTABARU – Pemerintah Kabupaten Kotabaru melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai memantapkan persiapan penyelenggaraan Pasar Ramadan 1447 Hijriah/2026. Kegiatan tersebut dipusatkan di Jalan Singabana atau kawasan Bakti, Kecamatan Pulau Laut Utara.
Pemantapan dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Diskoperindag Kotabaru, Rabu (28/1/2026), dengan melibatkan unsur kecamatan, kepolisian, hingga dinas terkait.

Kepala Diskoperindag Kotabaru, Risa Ahyani, SE., M.Si, mengatakan Pasar Ramadan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan penuh, mulai 17 Februari hingga 17 Maret 2026. Sementara pembukaan resminya direncanakan pada awal Maret 2026.
Menurutnya, penetapan Jalan Singabana sebagai lokasi utama didasarkan pada hasil evaluasi tahun sebelumnya. Kawasan tersebut dinilai memiliki akses yang baik dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Dengan pemusatan lokasi, pengelolaan Pasar Ramadan diharapkan lebih tertib, mulai dari lalu lintas, kebersihan, hingga keamanan pengunjung,” kata Risa.
Diskoperindag juga menyiapkan 80 lapak gratis bagi pelaku usaha mikro. Kepala Bidang Usaha Mikro Diskoperindag Kotabaru, Hj. Henny Faulina, SP., MM, menjelaskan bahwa lapak disediakan dalam bentuk tenda berukuran 4×6 meter, masing-masing berisi delapan meja.
Penempatan tenda akan berada di tengah badan Jalan Singabana yang memiliki lebar sekitar 10 meter, dengan tetap memperhatikan akses ke fasilitas umum seperti SPBU, pertamini, dan jalur warga. Selain itu, panitia juga menyiapkan panggung utama untuk mendukung berbagai kegiatan selama Pasar Ramadan berlangsung.
Gerbang Pasar Ramadan direncanakan berada di dua titik, yakni di depan kawasan Happy dan sebelum Langgar Darussalam Bakti, dengan pengaturan yang disesuaikan agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
Camat Pulau Laut Utara, Frida Yusiana, S.Hut., M.Hut, menilai lokasi Jalan Singabana cukup representatif. Namun ia menekankan pentingnya pengelolaan parkir dan pengaturan jarak antar pedagang demi menghindari kemacetan serta potensi risiko keselamatan.
Dukungan pengamanan juga datang dari Polres Kotabaru yang menyatakan siap membantu pengamanan kegiatan, khususnya dalam pengaturan lalu lintas dan pengawasan instalasi listrik.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Kotabaru akan melakukan pengawasan keamanan pangan untuk memastikan makanan yang dijual aman dikonsumsi masyarakat.
Diskoperindag menegaskan bahwa seluruh lapak yang disediakan bersifat gratis. Warga yang berjualan secara mandiri di sekitar lokasi tetap diperbolehkan selama mematuhi aturan ketertiban umum.
Pasar Ramadan 1447 H/2026 diharapkan tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial yang aman dan nyaman selama bulan suci Ramadan di Kabupaten Kotabaru. (Hkm)











